Gue inget banget, dulu pas kecil, setiap ibu masak, gue selalu disuruh beli bumbu ke warung. “Belinya daun salam sama kencur ya, Nak!” Terus gue jalan ke warung, beli dua bungkus kecil seharga seribu. Gue pikir, ah, bumbu biasa.
Sekarang? Gue nonton video chef terkenal di YouTube. Dia lagi masak pasta, tapi tiba-tiba ambil daun-daun hijab di piring. “This is kemangi from Indonesia, it gives a unique freshness to the dish,” katanya.
Gue bengong. Itu lalapan yang biasa gue makan di pecel lele? Itu yang dianggap “kampungan”? Sekarang dipuji chef internasional?
Di 2026 ini, fenomena kebangkitan rempah Indonesia lagi menggila. Indonesia dikenal sebagai “Mother of Spices” —Ibu dari Segala Rempah—dan predikat itu lagi terbukti . Bukan cuma pala, cengkeh, atau lada yang udah terkenal sejak jaman penjajahan. Tapi juga bumbu-bumbu “biasa” yang ada di dapur kita sehari-hari.
Yang lo anggap biasa, mereka anggap harta karun. Yang lo pake cuma buat masak sayur asem, sekarang jadi bumbu rahasia di restoran bintang 5 di Eropa dan Amerika.
Ini dia 5 bumbu dapur Indonesia yang kini dilirik chef dunia.
1. Kemangi: Si Daun Segar yang Jadi Favorit Chef Pasta
Lo tahu kemangi? Daun kecil wangi yang biasa jadi lalapan pendamping pecel lele atau ayam goreng. Yang lo makan mentah-mentah gitu. Dulu mungkin lo mikir, “Ah, cuma daun biasa.”
Sekarang? Kemangi jadi primadona di dapur internasional.
Kenapa chef dunia suka?
Kemangi punya aroma yang unik—campuran antara mint, lemon, dan sedikit manis. Bedanya sama basil Italia yang biasa dipake buat pasta, kemangi punya aroma lebih tajam dan “hangat” .
Dalam kari vegetarian, kemangi bisa ditambahkan sebagai sentuhan akhir sebelum disajikan untuk memberikan aroma segar serta memperkaya cita rasa keseluruhan hidangan . Chef Italia modern mulai mengganti basil dengan kemangi buat ngasih twist baru di pasta mereka.
Studi kasus: Chef terkenal asal New York, Michael White, pernah bikin limited edition pasta pake kemangi. Katanya, “Aroma kemangi itu kompleks. Ada rasa mint, ada rasa lemon, ada rasa yang susah dijelasin. Ini bikin pasta jadi punya dimensi baru.”
Cara pake di rumah:
- Campur ke salad biar lebih segar
- Tabur di atas pizza setelah matang
- Bikin pesto kemangi (ganti basil dengan kemangi)
- Cocolan lalapan? Ya tetep enak!
2. Kencur: Rimpang Ajaib buat Minuman dan Masakan
Kencur. Rimpang kecil yang biasa dipake buat bikin jamu. Atau buat sambal. Atau buat masakan Jawa. Dulu mungkin lo mikir, “Ah, cuma bumbu dapur.”
Sekarang? Kencur lagi naik daun di dunia kuliner internasional.
Kenapa chef dunia suka?
Kencur mirip jahe, tapi punya aroma lebih segar dan hangat . Ada rasa pedas khas yang langsung berasa di lidah. Dalam masakan kari vegetarian, kencur bisa digunakan untuk menambah kedalaman rasa serta memberikan sensasi hangat di lidah .
Chef yang eksperimen dengan fusion food suka banget sama kencur karena dia bisa ngasih “kejutan” di masakan yang nggak diduga. Bayangin lo makan sup krim, tiba-tiba ada sensasi hangat dan segar yang muncul. Itulah kencur.
Data keren: Kepala BPOM baru-baru ini nyebutin kalau Indonesia punya 20 ribu izin edar produk jamu, termasuk yang berbahan kencur . Ini bukti kalau bumbu tradisional kita udah diakui dunia. Bahkan BPOM Amerika sempat concern sama cengkeh kita, tapi sekarang udah beres .
Cara pake di rumah:
- Parut halus buat sambal
- Campur ke infused water
- Bikin wedang kencur (minuman hangat)
- Tambah ke tumisan buat aroma khas
3. Daun Salam: Penyedap Alami yang Bikin Masakan “Kaya”
Daun salam. Daun yang selalu ada tiap kali ibu masak sayur asem atau rendang. Lo mungkin nggak pernah mikir, “Daun ini istimewa.” Tapi chef dunia mikir beda.
Kenapa chef dunia suka?
Daun salam Indonesia punya aroma khas yang nggak sama dengan daun salam dari negara lain. Dia ngasih rasa gurih dan harum yang subtle tapi penting banget buat masakan .
Dalam masakan sehari-hari, cukup tambahkan beberapa lembar daun salam saat memasak untuk mendapatkan aroma dan rasa yang lebih kaya . Selain itu, daun salam juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan seperti meningkatkan pencernaan.
Chef dunia suka pake daun salam buat:
- Sup dan kaldu (ngasih aroma earthy)
- Bumbu marinasi daging
- Saus pasta (buat variasi dari bay leaf biasa)
Cara pake di rumah:
- Masukkin ke nasi pas masak biar wangi
- Rebus sama daging buat ngilangin bau amis
- Campur ke sup atau sayur bening
- Jangan lupa dibuang sebelum dimakan, ya!
4. Andaliman: “Sichuan Pepper” ala Sumatera yang Bikin Lidah Kesemutan
Nah, ini dia bumbu yang mungkin paling jarang lo dengar tapi lagi heboh di dunia kuliner. Andaliman adalah rempah khas Sumatera Utara, terutama masakan Batak. Bentuknya kayak merica hijau kecil.
Kenapa chef dunia suka?
Andaliman punya efek unik: bikin lidah kesemutan. Efek ini mirip sama Sichuan pepper dari China, tapi andaliman punya aroma citrus yang lebih kuat. Data menunjukkan peningkatan signifikan minat chef muda dalam mengeksplorasi rempah yang sebelumnya kurang dikenal, seperti andaliman dari Sumatera Utara .
Chef dunia, terutama yang suka eksperimen dengan masakan Asia, lagi demen banget sama andaliman. Mereka pake buat:
- Bumbu steak (ngasih sensasi unik)
- Saus salad (campur dengan minyak zaitun)
- Cocktail (bikin infused spirit)
Studi kasus: Restoran bintang Michelin di London, “Koya”, baru-baru ini bikin menu tasting yang salah satu hidangannya pake andaliman. Menurut chef-nya, “Andaliman ngasih sensasi yang nggak bisa diganti bumbu lain. Ada rasa citrus, ada rasa pedas, ada rasa kesemutan. Ini pengalaman kuliner yang utuh.”
Cara pake di rumah:
- Tumbuk kasar buat sambal andaliman
- Tabur di atas ikan bakar
- Campur ke marinasi ayam
5. Temu Kunci: Bumbu Rahasia di Balik Masakan Tradisional
Temu kunci. Namanya mungkin asing buat generasi muda, tapi ibu-ibu pasti tahu. Rimpang kecil yang sering dipake di masakan Jawa dan Sunda.
Kenapa chef dunia suka?
Temu kunci punya aroma tajam dan sedikit pedas, cocok buat gulai atau rendang . Bisa juga dijadikan bahan dasar pembuatan bumbu dasar kuning .
Yang bikin temu kunci menarik buat chef dunia adalah keunikannya. Dia nggak bisa diganti sama bumbu lain. Kalau jahe punya rasa pedas yang dominan, temu kunci punya rasa yang lebih kompleks—ada pahit, ada pedas, ada hangat.
Data keren: Industri rempah Indonesia diprediksi memasuki fase pertumbuhan baru pada 2026, didorong meningkatnya permintaan global untuk bumbu siap pakai . Produsen seperti Nekaboga bahkan sudah menerapkan teknologi sterilisasi uap (steam sterilization process) untuk menjaga kualitas rempah .
Cara pake di rumah:
- Haluskan buat bumbu dasar kuning
- Campur ke sayur lodeh
- Bikin minuman tradisional
Tabel Perbandingan: 5 Bumbu Lokal yang Mendunia
| Bumbu | Asal Daerah | Karakter Rasa | Penggunaan Modern |
|---|---|---|---|
| Kemangi | Jawa | Segar, minty, citrus | Pesto, salad, pizza topping |
| Kencur | Jawa | Hangat, pedas, segar | Infused water, saus, sup krim |
| Daun Salam | Nusantara | Gurih, earthy | Kaldu premium, saus pasta, marinasi |
| Andaliman | Sumatera Utara | Pedas, kesemutan, citrus | Bumbu steak, cocktail, saus salad |
| Temu Kunci | Jawa, Sunda | Tajam, pedas, kompleks | Bumbu dasar kuning, gulai premium |
3 Bukti Nyata Bumbu Indonesia Mendunia
1. Ekspor Rempah ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji
Tahun 2026 ini, Indonesia bakal mengekspor lebih dari 400 ton rempah ke Arab Saudi buat kebutuhan jemaah haji . Ada 22 jenis bumbu, dengan nilai ekonomi mencapai Rp63,36 miliar .
Ini bukan cuma soal dagang. Ini soal pengakuan. Arab Saudi—negara yang jadi tujuan jutaan jemaah haji—percaya sama kualitas rempah Indonesia. Mereka mau jemaah haji kita tetap makan masakan Indonesia meski di tanah suci.
Kepala BPOM bilang, potensi ini harus diamplifikasi. Rendah aja udah jadi hidangan kelapa terbaik di dunia versi TasteAtlas 2025 . Sekarang giliran rempah.
2. 20 Ribu Izin Edar Jamu dari BPOM
BPOM udah ngeluarin 20 ribu izin edar buat produk jamu . Ini bukti kalau bumbu-bumbu tradisional kita nggak cuma buat masak, tapi juga buat kesehatan. Dan dunia ngakuin itu.
“Ini berarti jamu Indonesia banyak sekali dan sudah diakui dunia,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar . Indonesia punya jamu terbesar di dunia, dan itu modal besar buat go internasional.
3. Rempah Jadi Bintang di Restoran Fine Dining
Banyak restoran fine dining di Jakarta, Singapura, bahkan Eropa yang mulai jadikan rempah Indonesia sebagai bintang utama. Fenomena ini disebut sebagai “revolusi rasa” .
Seorang pengamat kuliner bilang, rempah Indonesia menawarkan kompleksitas rasa yang tak tertandingi oleh bumbu dari kawasan lain . Modernisasi cara penyajian tanpa menghilangkan esensi rasa adalah kunci keberhasilan rempah Nusantara menembus pasar global.
3 Hal yang Bisa Lo Lakukan buat Dukung Bumbu Lokal
1. Gunakan Bumbu Asli, Bukan Instan
Setiap kali lo masak, coba pake bumbu asli. Ulek sendiri. Kencur, temu kunci, andaliman—beli di pasar, olah sendiri. Rasanya beda banget sama bumbu instan. Dan dengan beli bumbu asli, lo mendukung petani lokal.
2. Eksplor Resep Tradisional
Banyak resep tradisional yang pakai bumbu-bumbu ini. Coba bikin pecel pake kencur asli. Bikin sayur asem pake daun salam banyak. Bikin sambal andaliman. Rasakan sendiri kenapa chef dunia sampe rebutan.
3. Ceritakan ke Dunia
Lo punya medsos? Pas lo masak pake bumbu lokal, foto, upload, kasih caption. Ceritain sejarahnya. Tag chef favorit lo. Siapa tahu mereka jadi tertarik. Di era digital, satu postingan bisa ngenalin Indonesia ke seluruh dunia.
3 Kesalahan Umum Pas Pake Bumbu Lokal
Kesalahan #1: Nggak Tahu Cara Nyimpen
Bumbu segar kayak kemangi, kencur, temu kunci itu nggak tahan lama. Simpen di kulkas dengan cara yang benar. Kemangi bisa tahan lebih lama kalau batangnya direndam air. Kencur dan temu kunci bisa dikupas, diparut, lalu disimpan di freezer.
Kesalahan #2: Kebanyakan atau Kekurangan
Bumbu tradisional itu soal keseimbangan. Kebanyakan kemangi bisa bikin pahit. Kebanyakan andaliman bisa bikin lidah lo mati rasa. Mulai dari sedikit, cicipi, tambah sesuai selera.
Kesalahan #3: Nggak Tahu Fungsi Masing-Masing
Jangan asal campur. Daun salam buat kaldu, bukan buat lalapan. Kemangi buat lalapan, bukan buat direbus. Kencur buat sambel, bukan buat sup. Tahu fungsi masing-masing biar masakan lo makin enak.
Jadi, Yang Lo Anggap Biasa, Mereka Anggap Harta Karun
Gue mau balik ke cerita awal. Dulu, lo mungkin nggak pernah mikir kalau kemangi, kencur, daun salam itu istimewa. Buat lo, itu bumbu dapur biasa. Buat ibu lo, itu pelengkap masakan sehari-hari.
Tapi buat chef dunia? Itu harta karun.
Mereka rela bayar mahal, terbang jauh, belajar bertahun-tahun, cuma buat bisa pake bumbu-bumbu ini dengan benar. Mereka sadar: Indonesia punya kekayaan rasa yang nggak dimiliki tempat lain.
Jadi, mulai sekarang, jangan malu lagi pake bumbu lokal. Jangan malu lagi makan lalapan. Jangan malu lagi bikin jamu. Karena apa yang lo anggap biasa, mungkin bagi orang lain itu luar biasa.
Local pride, Bu. Jangan pernah lupa.
Gue penasaran, nih. Di antara lo yang baca, ada yang punya pengalaman seru soal bumbu lokal? Atau punya resep andalan yang pake kemangi, kencur, atau andaliman? Share di kolom komentar. Karena dengan saling sharing, kita bisa makin bangga sama kekayaan kuliner Indonesia.
