Pernah nggak sih ngerasa, akhir-akhir ini setiap kali buka TikTok atau Instagram, feed kamu tiba-tiba banjir sama satu makanan yang sama? Seakan-akan semua orang di seluruh dunia lagi makan hal yang identik? Juni 2026 emang bulan yang panas buat kuliner. Dari jajanan tradisional Indonesia yang diinovasi, kue cup bertabur sprinkles dari New York, sampai donat yang digoreng ulang—semuanya viral dan bikin antrean panjang.
Gue penasaran, kenapa sih makanan-makanan ini bisa seviral itu? Dan apakah ada pola yang sama dari fenomena yang terjadi di berbagai belahan dunia ini? Yuk, kita bedah bareng.
1. Cilok Kriwil: Jajanan Bogor yang Teksturnya Bikin Penasaran
Kita mulai dari yang paling dekat. Cilok kriwil adalah inovasi dari cilok tradisional khas Jawa Barat yang lagi menggila di media sosial. Bedanya sama cilok biasa? Kalau cilok biasa bentuknya bulat dengan permukaan halus, cilok kriwil hadir dengan tekstur berkerut atau “kriwil” di bagian luar . Hasilnya? Sensasi mengunyah yang lebih menarik dan tampilan yang instagramable banget.
Tekstur kriwil ini didapat dari cara pembentukan adonan yang berbeda—bukan dibulatkan mulus, tapi dibuat bergelombang. Bagian dalamnya tetap lembut dan kenyal, sementara bagian luarnya punya karakteristik lebih kasar . Saat disiram bumbu kacang gurih atau saus sambal pedas manis, cita rasanya makin kaya dan bikin ketagihan.
Beberapa penjual bahkan mulai menambahkan variasi isi seperti ayam, urat sapi, atau daging cincang—dan yang paling hits adalah versi isi keju mozzarella yang lumer . “Cilok ayam kriwil ini takarannya aku kira-kira aja hehe,” tulis salah satu kreator di Lemon8 yang videonya dibanjiri like . Ada juga yang bikin cilok urat kriwil dan mengklaimnya sebagai ide bisnis rumahan modal kecil yang menjanjikan .
Yang bikin viral: Bentuknya yang unik, tekstur yang beda, dan peran kreator kuliner yang membagikan video proses pembuatan. “Bentuknya yang tidak biasa, teksturnya yang kenyal, serta pilihan bumbu yang beragam membuat jajanan ini cepat menarik perhatian masyarakat” . Bahkan media menyebut cilok kriwil sebagai ide bisnis kuliner potensial karena sedang tren .
2. Dot Cakes: Kue Sprinkles yang Bikin ASMR di Mulut
Dari Bogor, kita lompat ke New York. Dot cakes—kue cup dengan lapisan frosting dan taburan sprinkles bulat warna-warni—adalah fenomena global yang dimulai dari toko roti The Dotcakes di Roslyn, New York . Dibuat oleh tim ibu-anak Sondra dan Alex Posner, kue ini awalnya cuma hadiah buat teman dan keluarga, tapi sekarang jadi buruan jutaan orang .
Yang bikin dot cakes spesial bukan cuma rasanya—tapi suaranya. Saat sendok menggores lapisan sprinkles di atas frosting, muncul suara “crunchy” yang memuaskan dan bikin sensasi ASMR. “The nonpareil sprinkles became our signature because they created a clean, colorful, joyful look that felt unique,” kata Alex Posner .
Dampaknya? Fenomenal. Google Trends mencatat pencarian “dot cake” naik lebih dari 850% dalam satu minggu di Mei 2026 . Butterfield Market di NYC—satu-satunya tempat yang menjual dot cakes asli—menjual sekitar 625 kue per hari dan ludes dalam hitungan jam . Influencer Danielle Pheloung mencoba 11 dot cakes dan videonya ditonton 7 juta kali . Kreator Ashley Markle bahkan bikin tutorial dot cake yang ditonton 15,8 juta kali .
Di sisi lain, banyak yang bikin versi rumahan dengan boxed cake mix dan toples kecil. “At their core, yes, they’re simple cakes. But that’s part of the appeal,” kata Chloe, 23, yang videonya tembus 20 ribu views . Bahkan supermarket raksasa Publix di AS merilis versi mereka sendiri—dua lapis kue dengan buttercream di tengah, dijual sekitar $5 .
Yang bikin viral: Estetika visual yang memanjakan mata, suara crunchy yang memanjakan telinga, dan sensasi nostalgia sprinkles yang mengingatkan kita pada kue ulang tahun masa kecil.
3. Banh Ram It: Kue Vietnam yang Bikin Foodie AS Penasaran
Masih dari Amerika, tapi kali ini dari Westminster, California. Banh ram it—kue tradisional dari Hue, Vietnam—tiba-tiba viral setelah food influencer Julia Vuong memakannya di video yang ditonton 2,9 juta kali .
Apa sih banh ram it? Ini adalah kombinasi unik: bagian atasnya adalah banh it—kue ketan yang lembut dan kenyal—sementara bagian bawahnya adalah banh ram—kue goreng yang renyah dan garing. Isiannya dari udang air tawar dan daging babi, disajikan dengan saus ikan manis khas Vietnam .
Julia Vuong memberi nilai 9/10 dan berkomentar: “The delight in each bite lies in the contrasting textures: the crispy crust, while the topping is soft and chewy” . Kreator lain, Danny, mengaku antre lebih dari 20 menit demi mencicipinya dan menyebut teksturnya “chewy like mochi” . Satu porsi (4 biji) dijual sekitar $16 (Rp 250 ribu) di restoran Ngự Bình, dan mereka menjual ratusan porsi per hari—peningkatan signifikan dari sebelumnya .
Yang bikin viral: Kontras tekstur yang nggak biasa (renyah di luar, kenyal di dalam), rasa gurih yang kaya, dan eksotisme kuliner Asia yang lagi naik daun di kalangan foodie AS.
4. Donat Goreng Ulang: Dari Meme Jadi Tren Global
Fenomena keempat berasal dari hal yang paling nggak terduga: sebuah meme. Aktris Annie Korzen yang terkenal lewat Seinfeld tiba-tiba viral karena videonya bertanya “was it crispy?” tentang donat . Kreator TikTok @kellyycha menjawabnya dengan cara paling literal: dia menggoreng ulang donat Krispy Kreme di wajan panas .
Hasilnya? Gula glasir berubah jadi lapisan caramelized yang renyah kayak creme brûlée, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan hangat. “It was surprisingly delicious and had a crispy outer layer while still being soft in the middle,” kata foodie Bayle yang mencobanya .
Tips dari yang udah coba: hati-hati dengan api. Karena kadar gulanya tinggi, garis antara karamelisasi sempurna dan gosong itu tipis banget. Masak dengan api sedang-rendah dan pantau terus—sekitar 3 menit per sisi . Yang menarik, Krispy Kreme sendiri merespons dengan positif: “We love seeing the creativity our fans bring to enjoying our doughnuts” .
Yang bikin viral: Elemen humor dari meme, kejutan bahwa hasilnya beneran enak, dan partisipasi brand yang merangkul tren alih-alih melarang.
5. Fricy: Gabungan Buah dan Pedas yang Segar
Fenomena kelima datang dari perpaduan rasa yang disebut “fricy” —singkatan dari fruity (buah) dan spicy (pedas) . Ini bukan makanan spesifik, tapi tren rasa yang lagi menggila di TikTok dan Instagram.
Contohnya? Mangga segar ditaburi Tajín—bumbu cabai limau khas Meksiko—atau es serut mangga dengan saus cabai chamoyada, atau semangka dengan serpihan cabai . Di Inggris, toko ritel Sous Chef melaporkan lonjakan penjualan Tajín sebesar 19 persen, sementara supermarket Waitrose mencatat kenaikan permintaan saus mangga pedas sebesar 30 persen .
Di London, kafe Mango Twist yang didirikan oleh Dominic Vargas dari Peru jadi destinasi favorit. Menu andalan mereka “Volcano”—es serut mangga berlumur saus cabai—menyajikan kombinasi asam, pedas, manis, dan asin yang sempurna .
Yang bikin viral: Kontras rasa yang adiktif—kesegaran buah yang mendinginkan beradu dengan pedas yang membakar. Plus, istilah “fricy” yang catchy dan gampang diingat.
6. Daftar Panjang Lainnya: Dari Donat Mochi sampai Cheesecake Ubi
Fenomena kuliner viral di Juni 2026 nggak cuma enam itu. Jawa Pos merangkum 15 makanan yang lagi diburu, termasuk donat mochi dengan tekstur stretchy yang bikin antrean panjang, bakso keju lumer, dan cheesecake ubi Cilembu yang bermula dari kreasi bakehouse di Jaksel . Intinya: makanan yang viral bukan cuma soal rasa—tapi soal pengalaman sensorik dan konten visual yang bisa dibagikan.
3 Kesalahan Saat Ikut Tren Kuliner Viral
- Cuma Ikut FOMO Tanpa Riset: Banyak yang rela antre berjam-jam atau bayar mahal cuma karena makanan viral, padahal belum tentu cocok sama selera. Dot cakes original di New York habis dalam hitungan jam dan harganya $32 untuk 4 kue —worth it nggak? Tergantung selera.
- Mengorbankan Kualitas demi Konten: Beberapa kreator lebih fokus pada estetika video daripada rasa asli makanan. Ingat, makanan yang viral di TikTok belum tentu seenak tampilannya.
- Lupa Cek Harga: Banh ram it di AS dijual $16 untuk 4 biji (Rp 250 ribu)—di Vietnam asli harganya jauh lebih murah . Begitu juga dot cakes yang versi rumahan bisa dibuat dengan modal kecil .
Tips Jadi Foodie Cerdas di Era Kuliner Viral
- Cek Review dari Sumber Berbeda: Jangan cuma percaya satu video. Baca komentar, cari review lain, dan tanya teman yang udah nyoba.
- Coba Versi Rumahan Dulu: Dot cakes bisa dibuat sendiri dengan boxed cake mix . Cilok kriwil juga banyak resep di Lemon8 dan TikTok . Lebih hemat dan seru!
- Nikmati, Bukan Cuma Konten: Pada akhirnya, makanan adalah soal dinikmati. Jangan terlalu sibuk motret sampai makanan dingin.
Kesimpulan: Viral Adalah Bahasa Universal Rasa
Jadi, apa yang sebenernya terjadi di balik deretan makanan viral Juni 2026? Dari cilok kriwil di Bogor, dot cakes di New York, banh ram it di California, sampai donat goreng ulang yang lahir dari meme—semuanya punya pola yang sama.
Pertama, visual. Semua makanan ini “instagrammable”—entah itu taburan sprinkles warna-warni, tekstur kriwil yang unik, atau kontras renyah-kenyal dari banh ram it.
Kedua, sensorik. Dot cakes viral karena suara crunchy-nya . Donat goreng ulang viral karena kontras tekstur renyah di luar, lembut di dalam . Cilok kriwil viral karena sensasi mengunyah yang beda .
Ketiga, partisipasi. Makanan ini viral karena orang-orang bisa ikut bikin, meniru, atau membagikan pengalaman mereka. Dot cakes bisa dibuat di rumah . Cilok kriwil punya resep yang gampang diikuti . Fricy tinggal taburkan Tajín ke buah favoritmu .
Di 2026, makanan viral bukan lagi sekadar soal rasa—tapi soal cerita dan koneksi. Dan dari Bogor sampai New York, cerita itu berhasil bikin kita semua ngiler, antre, dan pada akhirnya… makan bareng.
